
THE TEACHINGS OF J.KRISHNAMURTI
-
INDONESIAN
WEBSITE
|
JAKARTA
|
KEGIATAN PERTEMUAN, DISKUSI & DIALOG
Diskusi di Jl. Tanah Abang 4/34; Telp. (021) 3861857-60
Dilaksanakan pada hari Minggu pertama setiap bulan pada jam 10:00.
Diskusi di Rumah Bpk Setijadi,
Jl. Bukit Pamulang Indah Blok A20/16 Pamulang, selatan; Telp. (021) 7491525
Dilaksanakan pada hari Jum’at setiap dua minggu pada jam 20:30 – 24:00.
Diskusi di Rumah Bpk Brunoto Arifin,
Jl. Kelapa Puyuh V/KB 4; Kelapa Gading; Telp. (021) 4515054; 4524216
Dilaksanakan pada hari Sabtu ketiga setiap bulan pada jam 10:00.
Diskusi di Rumah Bpk Suryadi,
Jl. Wijaya V no. 7; Blok M; Telp. (021) 7221394
Dilaksanakan pada hari Sabtu & Minggu ke-2 setiap bulan pada jam 10:00.
JADWAL EXTRA:
(Catatan: Jadwal dibawah ini dengan konfirmasi, silahkan kontak/sms ke 0816-1487158)
Dilaksanakan pada hari Sabtu pertama, hari Minggu ke-3,
hari Sabtu dan Minggu ke-4 setiap bulan pada jam 10:00.
Korespondensi/Tanya Jawab dgn Bpk Hudoyo Hupudio, MPH
Silahkan email ke hudoyo@cbn.net.id atau kontak ke 0811-873490.
PRAKATA MENGENAI DISKUSI/DIALOG
- Download e-book/pdf : Kutipan tulisan J.K tentang "diskusi" & "dialog"
"Saya rasa ada manfaatnya bila kita dapat--dengan
bertukar kata-kata--melihat jelas pola berpikir kita sendiri; artinya,
jika dapat membuka diri kita sendiri, bukan kepada orang lain,
melainkan kepada diri sendiri, dan melihat apa diri kita secara aktual
dan apa yang berlangsung di dalam. Agar bermanfaat, suatu diskusi
hendaknya berperan sebagai cermin yang di dalamnya kita dapat melihat
diri kita dengan jelas, secara mendetail, tanpa distorsi, melihat
secara keseluruhan dan bukan hanya melihat suatu fragmen tertentu."
[10 Juni 1962 - London]
*****
"Dalam tindakan menyimak itu sendiri, jika kita
benar-benar menyimak dalam keadaan sadar, tanpa upaya apa pun, dalam
tindakan itu sendiri terdapat suatu mukjizat aneh yang terjadi, yang
seperti cahaya terang menembus kegelapan. Tetapi penyimakan itu bukan
sekadar menerima propaganda, bukan terhipnotis oleh serangkaian
kata-kata. Menyimak itu penting hanya jika di dalam tindakan itu Anda
dapat menyelami diri sendiri dan mengungkap liku-liku pikiran, perasaan
Anda sendiri, dan menemukan betapa kita diperbudak oleh suatu simbol,
suatu kata, dan mengalami secara langsung, aktual, emosional hal yang
dibicarakan itu."
[17 December 1961 - Madras]
*****
"...Tetapi pertama-tama kita harus menemukan apa
artinya berdiskusi, apa yang kita maksud dengan suatu pertanyaan. Suatu
pertanyaan yang salah akan mendapat jawaban yang salah. Hanya
pertanyaan yang benar menerima jawaban yang benar, dan mengajukan
pertanyaan yang benar adalah luar biasa sulit. Untuk dapat mengajukan
pertanyaan yang benar--bukan saya sendiri, tetapi juga Anda dan kita
semua--dibutuhkan batin yang bisa menembus, batin yang tajam, awas, dan
bersedia menemukan.
Jadi, harap jangan mengajukan pertanyaan yang
tidak relevan dengan apa yang kita diskusikan. Dan dalam berdiskusi,
janganlah berdiskusi seperti anak sekolah, Anda mengambil satu
pendirian dan saya mengambil pendirian lain--yang boleh-boleh saja di
perguruan tinggi atau klub-klub debat--tetapi marilah berdiskusi untuk
menemukan, yang adalah pendekatan batin yang saintifik dan batin yang
tidak takut. Maka diskusi seperti itu menjadi bermanfaat; maka kita
akan maju dan menemukan sendiri apa yang benar dan apa yang salah.
Dengan demikian otoritas si pembicara berakhir;
oleh karena tidak ada otoritas di dalam penemuan. Hanyalah batin yang
tumpul dan malas yang menuntut otoritas. Tetapi batin yang ingin
menemukan, mengalami sesuatu secara total, secara lengkap, harus
menemukan, harus mendorong terus. Dan saya harap pertemuan-pertemuan
ini akan membantu masing-masing dari kita untuk melihat sendiri--bukan
melalui kacamata orang lain--apa yang bermanfaat, apa yang benar, dan
apa yang palsu."
[25 Juli 1961 - Saanen]
*****
"Saya tidak tahu apakah Anda pernah menyelidiki
bagaimana menyimak, tidak peduli terhadap apa pun, entah terhadap
seekor burung, terhadap desir angin pada dedaunan, terhadap desau air
mengalir, atau bagaimana Anda menyimak dialog dengan diri sendiri,
menyimak percakapan Anda dalam berbagai relasi Anda dengan teman-teman
intim Anda, dengan istri atau suami Anda. Jika kita mencoba menyimak,
kita mendapati luar biasa sulitnya, oleh karena kita selalu
memproyeksikan opini dan ide-ide kita, prejudis kita, latar belakang
kita, kecenderungan kita, dorongan kita; bila hal-hal itu mendominasi,
kita hampir-hampir tidak menyimak apa yang dikatakan. Keadaan itu tidak
punya nilai sama sekali. Kita menyimak, dan dengan demikian belajar,
hanya di dalam keadaan penuh perhatian, keadaan hening, yang di situ
seluruh latar belakang ini tidak muncul,diam; maka saya rasa di situ
ada kemungkinan berkomunikasi."
[9 Juli 1967 - Saanen]
*****
"Saya rasa, kita harus jelas tentang apa yang
dinamakan 'diskusi' ini. Itu suatu dialog, suatu bentuk percakapan
serius bersama-sama tentang berbagai masalah, menyelaminya, bukan hanya
secara analitik, dengan berhati-hati, tetapi juga melihat keseluruhan
struktur setiap masalah; bukan hanya detailnya, tetapi juga keseluruhan
bentuk dan isinya. Karena ini suatu percakapan, suatu dialog antara
Anda dan pembicara, kita perlu terbuka [vulnerable]; artinya, tidak
memiliki pertahanan apa pun, perlawanan apa pun, melainkan bersedia
mengungkap diri sendiri secara lengkap, bukan hanya terhadap masalah
itu, tetapi juga terhadap apa yang berkaitan dengan masalah itu,
memberikan segenap perhatian kita kepadanya. Jadi, dialog ini,
percakapan ini, bukanlah hiburan intelektual, sekadar pertukaran
argumen--satu opini berhadapan dengan opini lain,satu rumusan
berhadapan dengan rumusan lain, atau satu pengalaman berhadapan dengan
berbagai pengalaman lain. Alih-alih, itu adalah memandang ke dalam
masalah itu sendiri, dan tidak hanya memikirkan bagaimana
melenyapkannya, bagaimana mengatasinya; juga tidak untuk memperoleh
suatu konsep atau suatu rumusan, yang kita harap akan memecahkan semua
masalah. Jadi kita tidak berurusan dengan ide-ide, kita tidak
berkepentingan dengan suatu ide, entah ide Anda atau ide pembicara.
Yang kita minati adalah fakta, apa adanya--apa yang ada secara aktual!
Maka jika Anda dan pembicara sama-sama sepakat bahwa kita mulai dengan
apa adanya secara aktual--bukan dengan apa yang Anda pikirkan atau apa
yang seharusnya menurut Anda--maka hubungan kita dalam dialog ini
menjadi sama sekali lain, itu bukan lagi hubungan satu arah. Akan
bermanfaat kiranya untuk terbuka terhadap setiap hal yang dikatakan,
bukan menolak apa pun; sehingga mulai menjadi amat peka, awas terhadap
masalah itu sendiri."
[2 Agustus 1967 - Saanen]
*****
|
|
|
|